Fotografi

Sampai saat ini konsumsi manusia terhadap foto sepertinya masih belum ada habisnya, segala macam peristiwa pasti diabadikan lewat foto mulai dari senang sampai yang sedih. Apakah foto menjadi satu-satunya pilihan bagi orang-orang saat ini untuk mengabadikan momentnya ? jangan salah manusia juga memiliki teknologi video yang menghasilkan gambar yang bergerak dan bersuara tidak mati dan diam seperti foto. Harusnya ketika video hadir sebagai pilihan baru yang lebih komplek untuk merekam momen orang akan beralih ke video karena kekuatan gambar gerak dan suara yang bisa direkamnya. Namun nyatanya, perkembangan gambar gerak yang juga sedemikian maju dan murah ternyata juga belum mampu menggeser keberadaan dari foto. Ketika ditanya alasannya mengapa ? tidak ada jawaban pasti akan pertanyaan ini, mungkin salah satunya karena kekuatan rasa dramatis dari gambar tak bergerak yang tidak dimiliki oleh video.

Jauh sebelum foto pertama kali tercipta pada tahun 1826 oleh seorang peneliti Perancis bernama Joseph Nicephore Niepce yang merupakan orang yang menghasilkan foto pertama dalam sejarah, manusia merekamnya melalui gambar dan tulisan. Apakah anda masih ingat tentang gambar-gambar yang terdapat pada tembok-tembok gua hasil peninggalan jaman purbakala, ini adalah salah satu bentuk dari usaha manusia untuk merekam peristiwa yang telah terjadi pada dirinya. Dengan gambar-gambar itu pula akhirnya orang-orang saat ini bisa mengetahui bagaimana manusia purba jaman dahulu hidup. Kemudian merekam melalui tulisan, setelah simbol bahasa tulis ditemukan oleh beberapa kebudayaan akhirnya manusia juga merekam peristiwa yang dialaminya melalui tulisan. Namun yang perlu dipahami adalah gambar hasil goresan tangan semirip apapun hasilnya pada dasarnya bukan replika yang sempurna dari objek, begitu juga dengan cerita dalam bentuk tulisan meskipun kita akhirnya bisa tahu bagaimana peristiwa yang terjadi namun tetap saja dalam benak kita hanya akan menjadi sebuah rekaan-rekaan visual saja. Apa yang kita bayangkan melalui pikiran kita belum tentu sama persis dengan peristiwa yang sebenarnya. Keberadaan foto akhirnya menjadi sebuah media rekam yang mampu menampilkan kembali secara sempurna sebuah peristiwa.

Meski hasil foto J.N. Niepce saat itu masih sangat kasar dan membutuhkan waktu sampai tiga hari agar imaji bisa terekam dengan baik di plat kaca, namun ini menjadi awal dari perkembangan teknologi fotografi. Tapi pada saat itu orang bisa mendapatkan foto hanya melalui fotografer saja, tidak seperti saat ini ketika setiap orang sudah memiliki kamera. Akhirnya teknologi fotografi mulai berkembang dan mudah untuk digunakan, diawali oleh ditemukannya kamera praktis dan telah menggunakan negatif oleh George Eastman yang diproduksi masal pada kisaran tahun 1888 dan seiring itu pula orang-orang mulai beralih ke foto karena kemudahan dan kepraktisannya dalam merekam peristiwa.

0 Tanggapan ke “Fotografi”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan




Inside Guide !

Rekaman Peristiwa

Tanpa disadari sejalan dengan perjalanan kehidupan anak adam hawa, semua berlalu dengan peristiwa. Haru tangis dan tawa riang acap kali datang silih berganti dalam warna warni kehidupan. Tidak semuanya mampu diingat oleh manusia, ruang otak yang terbatas inilah sebabnya. Manusia butuh rekaman tentang perjalanan segala peristiwa yang dilaluinya.